(Teknik Mneconic) PSIKOLOGI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kehipudan sehari-hari kita selalu melakukan berbagai macam aktifitas baik secara audio,maupun visual kita juga beriteraksi dengan organisme lain baik mahluk hidup maupun non hidup yang sering kita jumpai dimana kita akan menciptakan kenangan–kenangan baik kenangan yang kita anggap penting ataupun tidak penting baik kenangan yang membahagiahkan atau menyedihkan.Dengan begitu sebagai makhluk hidup kita selalu membutuhkan untuk mengingatan untuk menyimpan dan juga memproduksi kembali ingatan tersebut.Kita tak bisa membayangkan jika kita tidak bisa mengingatnya kembali karena dulu kita memasukkan data ke ingatan kita begitu susah.Kita juga terkadang mengalami kesulitan untuk mengingat kembali sesuatu yang telah kita terima atau peroleh. Proses manusia memunculkan kembali tiap kejadian pengalaman pada masa lalunya, membutuhkan kemampuan mengingat kembali yang baik. Agar lebih mudah mengingat kita memerlukan teknik yang membantu kita untuk memasukkan dan memunculkan sesuatu.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian dari teknik mneconic ?
2. Apa saja macam-macam teknik mneconic ?
C. Tujuan Masalah
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan teknik mneconic
2. Mengetahui dan mengerti macam-macam dari teknik mneconic
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Mnemonic
Menurut Solso (2007: 236), menuliskan:
“A mnemonic (ne-mahn’-ick) is a technique or device, such as a rhyme or an image, that uses familiar assosiations to enchance the storage and the recall of information in memory”. Yang artinya mnemonic adalah sebuah teknik atau alat, seperti misalnya sajak yang ber-rima atau sebuah gambar yang pengasosiasinya sudah dikenal sebelumnya, untuk meningkatkan penyimpanan serta “memanggil” kembali informasi dalam ingatan.
Pengertian mnemonics menurut Scruggs & Mastropieri (2000) adalah alat atau prosedur atau operasi yang digunakan untuk meningkatkan memori dan secara khusus mnemonic merupakan rekonstruksi khusus terhadap hal yang harus dipelajari (target content) untuk mengikat informasi baru lebih dekat pada pengetahuan yang telah dimiliki, sehingga dapat meningkatkan retrieval (proses penyimpanan).
Lebih lanjut tentang pengertian mnemonics di atas, berikut ini terdapat contoh pemanfaatan mnemonics dalam hal lain, seperti yang dilakukan oleh Atkinson. Atkinson (dalam Campos, 2003) menggambarkan metode mnemotechnic (teknik mnemonics) untuk belajar vocabulary (arti kata) bahasa asing.
Metode terdiri dari 2 langkah:
1. Verbal (mencari kata kunci dari bahasa pertama yang familiar dengan partisipan dan kedengaran hampir sama dengan bahasa kedua).
2. Visual (membuat gambaran visual yang menghubungkan kata kunci dengan kata yang menjadi target).
Metode belajar dengan metode mnemonic ini adalah metode belajar dengan menggunakan alat ungkit atau centolan-centolan dalam menghafal suatu pengetahuan teoritisataupun praktis sehingga proses belajar akan semakin mudah.
Mnemonic (dibaca “ne-mo-nik) merupakan bantuan ingatan. Biasanya mnemonic sering menggunakan alat verbal, terkadang menggunakan sejenis sajak kecil atau kata khusus yang digunakan seseorang untuk mengingat sesuatu, seperti halnya suatu daftar, terkadang juga menggunakan alat visual, kinestetik, ataupun audio. Mnemonic menggunakan asosiasi antara bentuk/rumusan yang mudah diingat yang dapat dihubungkan kembali dengan data yang ingin diingat. Hal ini berdasarkan prinsip bahwa ingatan manusia akan lebih mudah mengingat informasi yang parsial, personal, mencengangkan, seksual, humor, atau informasi yang berart dari pada urutan yang berubah-ubah. Kata “mnemonic” berasal dari bahasa Yunani yaitu mnemonikos yang memiliki hubungan dengan Mnemosyne(remembrance ‘ingatan’) sebutan nama bagi seorang dewi ingatan dalam mithologi Yunani. Kedua kata tersebut merujuk pada kata mnema (remembrance ‘ingatan’). Mnemonic pada saat itu sering dianggap dalam konteks sekarang ini dikenal dengan seni mnemonic. Asumsi utamanya adalah karena dua hal: ingatan “natural/alami ” dan ingatan “arificial/buatan“. Pertamanya ketika pembawaan awal, seseorang menggunakannya sehari-hari. Dan pada ingatan buatannya adalah seseorang yang melatihnya dalam belajar dan menggunakannyadalam variasi tekhnik-tekhnik mnemonic.Meskipun tekhnik mnemonic ini dapat membantu lebih mudah dalam menghafal segala sesuatu yang ingin kita ketahui dengan baik, terkadang kita juga harus mengandalkan hafalan di luar kepala (menghafal tanpa berfikir lebih dahulu).
B. Teknik-teknik mnemonic
Dibawah ini beberapa tekhnik-tekhnik mnemonic yang dapat digunakan dalam mengingat/menghafal, antara lain :
a. Methode of loci
Metode loci/metode tempat, metode ini mudah dipelajari dan bekerja baik untuk orang-orang yang bagus dalam visualisasi. Dengan metode ini, informasi yang diingat diasosiasikan dengan lokasi-lokasi tertentu di rumah. Metode ini dapat digunakan untuk bermacam-macam daftar, untuk pembicaraan, nama- nama, suatu hal untuk dilakukan, bahkan untuk mengingat pikiran yang ingin disimpan dalam ingatan. Contoh : lambang unsur-unsur kimia yang terletak pada golongan IA ditulis secara berurut dengan lambang H, Li, Na, K, Rb, Cs, dan Fr. Untuk mempermudah kita mengingat, kita bisa mencoba membayangkan suatu lokasi yaitu H (Halaman). Kalau kita masuk ke dalam halaman itu ada Li (Lintasan) menuju ke rumah. Di sebelah kanan lintasan, ada pohon Na (Nangka) dan K (Kelapa). Sedangkan di sebelah kiri lintasan ada pohon Rb (Rambutan). Setelah kita masuk lebih dalam di teras rumah ada Cs (Chursi santai) dan jika kita duduk di kursi santai itu kita akan menghadap Fr (Fagar).
b. Peg word system
yakni sejenis teknik mnemonik yang menggunakan komponen-komponen yang sebelumnya telah dikuasai sebagai pasak (paku) pengait memori baru. Kata komponen pasak ini dibentuk berpasangan seperti merah-saga, panas-api. Kata-kata ini berguna untuk mengingat kata dan istilah yang memiliki watak yang sama seperti: darah, lipstik; pasangan langit dan bumi; neraka, dan kata/istilah lain yang memiliki kesamaan watak (warna, rasa, dan seterusnya)
Daftar kata bergantung ini memiliki sejumlah ragam, namun ide dasarnya adalah seorang mempelajari serangkaian kata yang berfungsi sebagai “gantungan” untuk “menggantungkan” item – item yang dihafalkan. Salah satu caranya adalah dengan memayangkan sebuah interaksi antara kata yang digunakan dengan kata penggantung (peg word) dengan kata yang harus diingat. Semakin aneh dan tidak masuk akal citra yang kita bayangkan, semakin mudah item tersebut kita ingat. Misalnya kata yang harus kita ingat ketika berbelanja adalah roti perancis ( roti yang panjang dan keras ), kita mungkin mengasosiasikan roti tersebut dengan kata penggantung tertentu, misalnya sepatu. Kita dapat membayangkan sebuah sepatu menendang roti perancis tersebut dan membelahnya menjadi dua
c. Key word methode
Metode kata kunci, metode key word sangatlah efektif untuk mengingat kata-kata asing seperti kosakata. Dalam metode key word, individu mengidentifikasikan suatu kata bahasa asing dengan kata dalam bahasanya sendiri dan kemudian menciptakan gambaran dalam pikiran yang menghubungkan kata kunci (key word) dengan kata baru tersebut. Contohnya bila ingin belajar bahasa Spanyol dan ingin mengingat sebuah kosakata rodilla yang dalam bahasa Inggris berarti knee (lutut), dari kata rodilla (yang diucapkan dengan “roe-dee-ya”), kita dapat menghubungkan dengan kata dalam bahasa Inggris yang pengucapannya hampir sama, yaitu rodeo. Kemudian membayangkan seorang cowboy pada sebuah rodeo yang lututnya teluka. Pressley, dkk dalam Campos (2003) menerapkan penelitian dalam konteks laboratorium. Sampel berupa mahasiswa yang mempelajari daftar dari kata-kata dengan menggunakan metode kata kunci atau metode lain yang mereka pilih sendiri. Hasilnya adalah mahasiswa yang menggunakan metode kata kunci lebih baik dalam me-recall dibandingkan dengan mahasiswa yang menggunakan metode lain. Levin (dalam Campos, 2003). menyatakan bahwa metode kata kunci lebih efektif daripada metode lain pada remaja dan orang dewasa jika diterapkan secara individual.
d. Organizational scheme
Semua bentuk/jenis sistem mnemonic adalah didasarkan pada struktur/susunan informasi sedemikian rupa sehingga mudah untuk diingat. Struktur tersebut mungkin didasarkan pada tempat, waktu, ortografi, bunyi, perumpamaan, dan sebagainya. Kekuatan lain dari mnemonic adalah mengorganisasikan informasi ke dalam kategori-kategori semantik, yang kemudian digunakan sebagai petunjuk (clue) dalam mengingat kembali.
Contoh :
Dalam sebuah eksperimen mengingat kata-kata, kepada subjek diberikan waktu dua menit untuk mempelajari daftar kata berikut ini :
Bird
boy
bread
church
feed
tiger Hill
home
nail
nurse
queen
pepper web
hand
glass
apple
hair
grass smoke
wool
vegetable
train
carpet
star
Setelah itu, subjek diminta menambahkan kolom-kolom angka selama empat menit. Kemudian, mereka diminta untuk mencoba mengingat kembali kata-kata yang berada di dalam daftar. Tiga kelompok yang lain juga diberi daftar kata-kata yang sama, waktu yang sama, dan distraktor (tugas selingan) yang sama yaitu menambah kolom-kolom, tetapi dengan kondisi-kondisi tertentu, sebagai berikut : Kelompok kedua diberi pula suatu garis yang menggambarkan objek yang dimaksud oleh kata-kata tersebut kemudian mereka diminta untuk membayangkan obyek-obyek tersebut. Kelompok ketiga diminta untuk mengingat kata-kata yang sama dengan membaca cerita dimana kata-kata yang harus diingatnya berada didalamnya. Akhirnya, kelompok keempat diminta mengingat kata-kata yang telah disusun secara semantik sepeti dibawah ini.Mereka juga diberi tambahan instruksi bahwa mereka dapat membantu ingatan mereka terhadap kategori-kategori yang ada dengan mengingat nama B.F.N.A.P.P, yang dibuat berdasarkan huruf pertama dari masing-masing nama kategori.
Body Parts
feet
hand
hair
nail Foods
bread
pepper
apple
vegetable Nature
hill
grass
smoke
star
web
Animal Life
boy
nurse
queen
bird
tiger
Places
church
home
train Processed Things
glass
wool
carpet
e. Recall of name
Menurut Solso (2007: 214) dijelaskan sebagai berikut :
According to Lorayne and Lucas (1974), who wrote popular The Memory Book, the learning of a name is association with aa face involve three steps. The first, remembering the name, may be by paying close attention to the way the name is pronounced and then by forming a substitute name or phrase for it.
Artinya :
Menurut Lorayne dan Lucas (1974), yang menulis buku The Memory Book, pembelajaran sebuah nama dalam hal pengasosiasian dengan wajah seseorang meliputi tiga langkah. Langkah pertama, mengingat nama tersebut, dapat dilakukan dengan memberikan perhatian lebih dari cara nama tersebut diucapkan, dan kemudian dengan mengganti nama tersebut dengan nama atau frase lain.
f. Recall of word
Menurut Solso (2007: 214) adalah, “...something associated with the word in common experience, or a word that rhymed with TBR (to-be-recall) word,” yang artinya, “... sesuatu yang telah diasosiasikan dengan kata-kata melalui pengalamanumum, atau sebuah kata yang bersajak dengan informasi yang akan “dipanggil” dalam ingatan.”
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Untuk membantu atau mempermudah kita dalam kegiata mengingat kita memerlukan sebuah teknik. Berbagai macam teknik mneconic seperti Methode of loci, Peg word system, Key word methode, Organizational scheme, Recall of name, dan Recall of word. Kita bisa memilih dan memanfaatkan dari teknik-teknik tersebut yang lebih mudah kita lakukan untuk mepermudah mengingat. Penggunaan metode strategi mneconic dalam meningkatkan memori peserta didik dapat membantu mereka dalam menangkap materi yang telah diajarkan guru atau pembimbing mereka. Dengan strategi mneconic juga siswa dapat menghafal meteri pelajaran dengan mudah dan efektif. Strategi mnemonic dapat memudahkan peserta didik dalam belajar dan menghafalkan materi pelajaran dengan mudah. Penting untuk meningkatkan daya ingat atau memori peserta didik dengan cara: a) motivasi anak untuk mengingat materi dengan pemahaman, b) bantu murid menata apa mereka masukkan dalam memori, c) ajari strategi mneconic.
B. Saran
Sering berlatih atau membiasakan dengan menggunakan macam-macam dari teknik mneconic, sangat membantu dan mempermudah kita dalam kesuksesan mengingat.
DAFTAR PUSTAKA
http://cagarpendidikan.blogspot.com/2012/02/penggunaan-sistem-mnemonic-dalam-proses_01.htmldiakses pada tanggal 24 febuari 2015http://thesis.binus.ac.id/Asli/Bab2/2009-1-00238-JP%2520Bab%25202.pd
http://www.scribd.com/doc/23697867/Pengertian-Metode-Mnemonic
http://www.psychologymania.com/2012/12/pengertian-mnemonics.html
http://www.psychologymania.com/2012/12/jenis-jenis-mnemonics.html
https://cakheppy.wordpress.com/2011/04/01/strategi-belajar-mnemonic/
http://psikologi-pio.blogspot.com/2012/07/sistem-sistem-mnemonics-part2.html
TEKNIK MNECONICTEKNIK MNECONIC
Komentar
Posting Komentar