Jadwal Penguatan
Jadwal penguatan (schedule of reinforcement) ialah konsep penting lainnya yang mengacu kepada frekuensi dengan mana suatu perilaku diperkuat. Sering kali ketika perilaku-perilaku baru dituntut perilaku-perilaku tersebut diperkuat segera setelah terjadi; ini disebut suatu jadwal penguatan berkelanjutan. Terdapat empat jadwal penguatan, antara lain:
1. Fixed Ratio (jadwal rasio tetap) merupakan penguatan positif yang diberikan untuk memperkuat prilaku setelah sejumlah respon. Sebagai contoh,hal ini sering digunakan dalam dunia bisnis , dimana dalam perusahaan, setiap karyawan akan diberikan penguatan positif berupa bonus apabila karyawan tersebut melakukan empat kali kinerja yang sangat baik, tetapi bukan sesudah setiap kali melakukan kinerja baik.
2. Variable Ratio (jadwal rasio bervariasi) merupakan penguatan positif yang diberikan setelah respon muncul beberapa kali, tetapi dalam basis yang tidak tetap dan tidak dapat diprediksi. Misalnya, seorang guru memuji respon murid-muridnya, pujian guru rata-rata diberikan setelah respon ke lima, tetapi selanjutnya bisa berubah yaitu pada respon ke dua, pada respon ke delapan, pada repon ke tujuh, pada respon yang ke tiga, dan pada respon yang lainnya yang tidak dapat ditentukan.
3. Fixed Interval (jadwal interval tetap), dimana objek menyadari waktu kapan ia akan menerima penguat positif sehingga selama jangka waktu dia tidak menerima penguat positif, respon objek akan berkurang kemudian akan meningkat lagi ketika mendekati waktu mendapat penguat positif. Sebagai contoh, seorang pelajar yang mendapat hadiah dari orangtuanya karena memperoleh nilai bagus di semester awal akan bersemangat belajar saat awal memulai pelajaran baru dalam semester berikutnya, tetapi semangat tersebut akan berangsur-angsur turun selama pertengahan semester dan akan kembali meningkat saat mendekati ujian semester (dikarenakan dia tahu bahwa dia akan mendapat penguat positif berupa hadiah kembali jika memperoleh nilai bagus).
4. Variable Interval (jadwal interval bervariasi) dimana penguatan tergantung pada waktu dan suatu respon, tetapi waktu antara penguatan berbeda-beda. Artinya, reinforcement diberikan dalam waktu yang tidak menentu, tetapi jumlah atau rata-rata penguat yang diberikan sama dengan pengaturan tetap. Misalnya, dosen yang memberikan kuis tiba-tiba dalam perkuliahan sehingga mahasiswa diharapkan selalu belajar agar apabila diadakan kuis mendadak mereka akan siap dan dapat meraih nilai yang baik. Tujuan, membentuk perilaku belajar mahasiswa.
DAFTAR PUSTAKA
A, Frans. (2012) REINFORCEMENT. (http://11112fagt.blogspot.co.id/2012/03/reinforcement.html, diakses 06, maret 2016)
Haba, Lydia. (2013) EKSPERIMEN SKINNER (Operant Conditioning).
(http://psycholocious.blogspot.co.id/2013/11/eksperimen-skinner-operant-conditioning.html, diakses 17, Maret 2016)
Komentar
Posting Komentar