Mempelajari Filsafat

 DUA KEKUATAN YANG MEWARNAI DUNIA Keadaan dunia yang begini ini ada yang mewarnainya. Kekuatan yang mana mewarnai itu yang pertama ialah agama dan yang kedua ialah filsafat. Orang yang mewarnai dunia juga hanya dua nabi, ulama, dan filosof. Tetapi sains dan tekhnologi tidak mewarnai dunia. Sains dan tehknologi dalam garis besarnya netral. Berdasarkan pandangan hidupnya; pandangan hidup itu hanya ada dua: agama dan filsafat. Sejarah telah mempertontonkan adanya manusia yang berani mati untuk dan karena agama yang dianutnya. Orang yang meyakini agama tertentu ingin pula agar orang lain ikut bersamanya. Lalu agama tersebut disebarkannya, didakwahkannya, dipropagandakannya. Tidak jarang bentrokan besar terjadi karena latar belakang agama. Agama mengatur dunia; ini suatu kenyataan yang tidak dapat dimungkiri. Selain kenyataan itu, sejarah telah mencatat pula adanya orang kuat, yang kadang-kadang juga berani mati, karena meyakini sesuatu yang diperolehnya karena memikirkannya. Yang ini hanya pemikiran atau filosof. Sesuatu dipikirkan sedalam-dalamnya lantas suatu ketika ia pada kesimpulan yang dianggapnya benar. Kebenaran mempengaruhi tindakannya; keyakinan pada kkesimpulannya itu membentuk sikapnya. Agama dan filafat adalah kekuatan yang mewarnai dunia. Barang siapa hendak memahami dunia, ia harus memahami agama atau filsafat yang mewarnai dunia itu. Orang harus mempelajari kekuatan itu.  PENGERTIAN AGAMA Dulu adam dan hawa berada di surga, demikian menurut islam dan beberapa agama lain lalu tuhan menginginkan mereka untuk hidup di dunia untuk sementara. Tuhan berkata kepada adam dan hawa: berangkatlah kalian kedunia. Timbul kekhawatiran, bagaimana caranya hidup di dunia itu? Tuhan memberikan jaminan: nanti kalau adam dan hawa sudah sampai di dunia, tuhan akan mengirimkan petunjuk. Isi petunjuk itu adalah tentang cara hidup di dunia. Peraturan tentang cara hidup di dunia inilah yang disebut agama. Dan definisi agama di bagi menjadi dua kelompok yang pertama definisi yang menekankan dari segi rasa iman atau kepercayaan. Yang kedua menekankan segi agama sebagai peraturan tentang cara hidup. Agama ialah sistem kepercayaan dan praktek yang sesuai dengan kepercayaan tersebut. Dapat juga: agama ialah peraturan tentang cara hidup, lahir batin.  PENGERTIAN FILSAFAT Hatta mengemukakan pengertian filsafat itu lebih baik tidak dibicarakan lebih dulu(Hatta, 1966:1:3). Nanti, bila orang telah banyak membaca atau mempelajari filsafat, orang itu akan mengerti dengan sendirinya apa filsafat itu menurut konotasi filsafat yang ditangkapnya. Lagaveld juga berpendapat begitu . katanya, setelah orang berpendapat sendiri, barulah ia maklum apa filsafat itu. Poedjawijatna (1974:1) menyatakan bahwa kata filsafat berasal dari kata arab yang berhubungan rapat dengan kata yunani, bahkan asalnya memang dari kata yunani. Kata yunaninya ialah philosophia.dalam bahasa yunani kata philosophia merupakan kata majemuk yang terdiri atas philo dan sophia; philo artinya cinta dalam arti yang luas, yaitu ingin, dan karena itu berusaha mencapai yang di inginkan itu; sophia artinya kebijakan yang artinya pandai, pengertian yang mendalam.di dalam encyclopedia of philosophy(1967:216) Ada penjelasan sebagai berikut”the creek word sophia is ordinary translated as ‘wisdom’, and the compoun philosopia, from whichphilosopy derives, is translate as’the love of wisdom’. Jadi, berdasarkan kutipan itu dapatlah diketahui bahwa dari segi bahasa, filsafat ialah keinginan yang mendalam untuk mendapat kebijakan, atau keinginan yang mendalam untuk menjadi bijak. Poedjawijatna (1974:11) mendefinisikan filsafat sebagai sejenis pengetahuan yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran belaka. Definisi dari bertrad russel cukup menarik. Ia mendefinisikan filsafat sebgai the attempt to answer ultimate question critically, yang mengajukan definisi filsafat sebagai pemikiran teoritis tentang susunan kenyataan sebagai keseluruhan. Perbedaan definisi itu menurut Abu Bakar Atjeh(1970:7) disebabkan oleh berbedanya konotasi filsafat pada tokoh-tokoh itu karena perbedaan keyakinan hidup yang dianut mereka. Perbedaan keyakinan hidup yang di anut mereka. Perbedaan itu juga menyebabkan beberapa pengetahuan khusus memisahkan diri dari filsafat. Sampai disini dapat diambil kesimpulan bahwa perbedaan definisi filsafat antara satu tokoh dengan tokoh lainnya disebabkan oleh perbedaan konotasi filsafat pada mereka masing-masing.  PENGERTIAN FILSAFAT BERKEMBANG DARI MASA KE MASA Mula-mula filsafat diartikan sebagai the love of wisdom atau love for wisdom. Pada fase ini filsafat berarti sifat seseorang yang berusaha menjadi orang yang bijak atau sifat orang yang ingin atau cinta pada kebijakan. Dan filsafat juga berarti sebagai kerja seseorang yang berusaha menjadi orang yang bijak. Jadi, yang pertama filsafat sebagai sifat, dan yang kedua filsafat sebagai kerja. Definisi flsafat dalam kamus Runes(1971:235), yang mengatakan bahwa filsafat adalah keterangan rasional tentang sesutu yang merupakan prinsip umum yang disana seluruh kenyataan dapat di jelaskan, telah menjelaskan pengetahuan rasional dan pengetahuan empiris. Pengetahuan empiris adalh sains. Perkembangan selanjutnyamemperlihatkan bahwa pengertian filsafat mulai menyempit, yaitu lebih menekankan pada latihan berpikir untuk memenuhi kesenangan intelektual(intellectual curiosity). Tugas fislsafat pada masa ini, menurut definisi russel itu ialah menjawab pertanyaan yang tinggi(ultimate), yaitu pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh sains. Definisi dari william james berbeda dari definis russel. James mengatakan bahwa filsafat ialah kumpulan pertanyaan yang belum pernah terjawab secara memuaskan. (Encyclopedia of philosophy). • Pengertian filsafat sering berbeda antara tokoh yang satu dengan tokoh yang lain Perbedaan itu disebabkan oleh perbedaan konotasi filsafat, dan terakhir ini dapat disebabkan oleh pengaruh lingkungan dan pandangan hidup yang berbeda serta akibat perkembangan filsafat itu sendiri. Definisi james melihat konotasi filsafat pada pemikiran tentang sesuatu yang tidak dapat lagi di usahakan oleh sains, karena itu filsafat dikatakan sebagai kumpulan pertanyaan yang tidak pernah dijawab oleh sains secara memuaskan. • Kata filsafat digunakan untuk menunjuk berbagai objek yang berbeda Pertama, istilah filsafat digunakan sebagai nama bilangan pengetahuan, yaitu pengetahuan filsafat, suatu bidang pengetahuan yang ingin mengetahui segala sesuatu secara mendalam. Kedua, istilah filsafat digunakan untukmenamakan hasil karya. Hasil karya yang mendalam dari plato disebut filsafat plato.  APA YANG MENDORONG TIMBULNYA FILSAFAT Hatta dalam bukunya, Alam Pikiran Yunani (1966,1:1-3), menulis sebagai berikut ini. “Tiap bangsa betapapun biadabnya, mempunyai takhayul. Ada yang terjadi dari kisah perintang hari, keluar dari mulut orang yang suka bercerita. Ada pula yang timbul dari keajaiban alam yang menjadi pangkal heran dan takut. Dari itu orang menyangka alam ini penuh dari dewa-dewa. Lama-lama kelamaa tibmbul berbagai fantasi. Orang yang membuat fantasi itu tidak ingin membuktikan kebenaran fantasinya karena kesenangan ruhnya terletak pada fantasinya itu. Orang-orang Grik dahulunya banyak mempunyai dongeng dan takhayaul. Tetapi yang ajaib pada mereka ialah bahwa angan-angan yang indah itu menjadi dasar untuk mencari pengetahuan. Dan tidak mengharap untung dari itu. Dari kutipan ini dapat diambil dua kesimpulan. Pertama,dongeng dan takhayul dapat meimbulkan filsafat. Ia kritis, ingin mengetahui kebenaran dongeng itu. Kedua, keindahan alam besar terutama ketika malam hari, menimbulkan keinginan pada orang Grik untuk mengetahui ahsia alam itu.keinginan untuk mengetahui rahasia alam, berupa rumusan-rumusan pertanyaan, ini juga menimbulkan filsafat. Akan tetapi, hendaknya perlu dicatat bahwa pertanyaan yang dapat menimbulkan filsafat bukanlah pertanyaan yang sembarangan. Pada zaman modern ini penyebab timbulnya pertanyaan ini adalah kesangsian. Apa itu sangsi? Sangsi itu setingkat di bawah percaya dan diatas tak percaya. Bila manusia menghadapi suatu prnyataan, ia mungkin percaya, dan ia mungkin tidak percaya. Akan tetapi, ia mungkin juga percaya tidak dan mungkin dan tidak percaya juga tidak. Inilah sangsi. Pada sikap percaya dan tidak percaya, pikiran tidak bekerja, tidak ada problem. Bagi filosof pertnyaan itu menggelisahkan, merintangi, mengganggu. Sangsi menimbulkan pertanyaan. Pertanyaan menyebabkan pikiran bekerja. Pikiran bekerja menimbulkan filsafat. Jadi, ingin tahu itulah pada dasarnya penyebab timbulnya filsafat.  MACAM-MACAM PENGETAHUAN MANUSIA Masih ada upaya lain untuk menjelaskan apa itu filsafat, yaitu dengan cara memahami pengetahuan manusia. Filsafat adalah salah satu jenis pengetahuan manusia, yaitu pein tahu pengetahuan filsafat. akan tetapi apa itu pengetahuan? Pengetahuan ialah keadaan tahu; pengetahuan ialah semua yang diketahui. Manusia ingin tahu, lantas ia mencari dan memperoleh pengetahuan. Seseorang ingin mengetahui jika jeruk di tanam, apa buahnya. Ia menanam bibit jeruk. Ia dapat melihat buahnya jeruk. Jadi tahulah dia bahwa jeruk berbuah jeruk. Pada dasarnya pengetahuan inilah yang dinamakan pengetahuan sainsc(scientific knowledge). Pengetahuan sains adalah pengetahuan yang logis dan di dukung oleh bukti empiris. Pengetahuan sains memiliki paradigma dan metode tertentu.paradigma dapat disebut paradigma positif dan(positivistic paradigma),dan metodenya disebut metode ilmiah( scientific method). Formula pada pengetahuan sains ialah buktikan bahwa itu logis dan tunjukan bukti empirisnya. Misalnya begini. Bila ada gerhana, pukullah kentongan,gerhana itu akan hilang. Itu suatu pengetahuan yang dapat di buktikan secara empiris. Dan kembali pada contoh di atas: jeruk ditanam buahnya jeruk. Ini sudah berguna bagi kehidupan. Akan tetapi, kita ingin tahu jawabannya. Kita berpikir: inilah jalan yang di tempuh. Yang dipikirkan memang jeruk, tetapi bukan jeruk yang empiris. Nah, sekarang kita dapat mengenali tiga macam pengetahuan manusia. Masing-masing jelas paradigmanya,metodenya,dan objeknya. Jadi, jelas bedanya den jelas kaplingnya. • Pengetahuan sains: objek empiris, paradigma sains, kebenaranny di tentukan logis dan bukti empiris. • Pengetahuan filsafat: objek abstrak tetapi logis, paradigmanya logis, metode rasio, ukuran kebenaran logis atau tidak logis. • Pengetahuan mistik: objek abstrak supralogis atau metarasional, paradigma mistis, metode latihan dan riyadlah, ukuran kebenaran ditentukan oleh rasa, yakin, kadang-kadang empiris.  FAEDAH MEMPELAJARI FILSAFAT Sekurag-kurangnya ada empat macam mempelajari filsafat: agami filsafa terlihat berpikir serius, agar mampu memahami filsafat, agar mungkin menjadi filosof, dan agar mungkin menjadi warga negara yang baik. Berfilsafat ialah berusaha menemukan kebenaran tentang segala sesuatu yang menggunakan pemikiran secara serius. Kemampuan berpikir serius diperlukan oleh orang biasa, penting bagi orang-orang penting yang memagang posisi penting dalam membangun dunia. Mengetahui isi filsafat tidak perlu bagi setiap orang. Akan, tetapi orang-orang yang ingin berpartisipasi membangun dunia perlu mengetahui ajaran-ajaran filsafat. Mengapa? sudah disebut sebelum ini , dunia dibentuk oleh kedua kekuatan: agama dan atau filsafat. jika kita tahu filsafatnya, kita akan tahu tentang manusianya(Berling,1966:7). Yang dimiliki oleh manusia adalah kebudayaan. Yang berdiri dibelakang kebudayaan itu adalah agama dan filsafat. filsafat itu sendiri adalah bagian penting atau inti kebudayaan. agama dalam arti tertentu juga merupakan inti kebdayaan. Dengan dimilikinya kemampuan berpikir serius, seseoang mungkin saja mampu menemukan rumusan baru dalam penyelesaian masalah dunia. Mungkin itu berupa kritik, mungkin berbenruk usul. Jika argumentasinya kuat, usul atau kritik itu menjadi suatu sistem pemikiran; Anda menjadi filosof. Orang yang telah mempelajari filsafat, apalagi bila kita mampu serius akan mudah menjadi warga negara yang baik. Memahami isi filsafat negara dapat dilakukan dengan mudah oleh orang yang telah biasa belajar filsafat.  CARA MEMPELAJARI FILSAFAtT Ada tiga macam metode mempelajrari filsafat: metode sistematis, metode historis, dan metode kritis. Menggunakan metode sistematis berarti pelajar menghadapi karya filsafat. misalnya mula-mula peajar menghadapi teori pengetahuan yang terdiri dari beberapa cabang filsafat. dengan belajar filsafat melalui metode ini perhatian kita terpusat pada isi filsafat bukan pada tokoh ataupun pada periode. Adapun metode historis digunakan bila para pelajar mempelajari filsafat dengan mengikuti sejarahnya, jadi sejarah pemikiran dapat dilakukan dengan cara membicarakan tokohdemi tokoh menurutkedudukannya dalam sejarah, misalnya dimulai dari membicarakan filsafat Thales, membicarakan riwayat hidupnya, pokok ajarannya baik teori pengetahuan, teori hakikat, maupun dalam teori nilai. Metode kritis digunakan oleh mereka yang mempelajari filsafat tingkat intensif. Pelajar haruslah sedikit -banyak telah memiliki pengetahuan filsafat.pelajaran filsafat pada tingkat sekolah pascasarjana sebaiknya menggunkan metode ini. Disini pelajaran filsafat dapat mengambil pendekatan sistematis ataupun historis. Langkah pertama ia memahami isi ajaran, kemudian pelajar mencoba mengajukan kritiknya. Jadi, jelas pengetahuan ala kadarnya, tatkala memulai pelajaran, amat diperlukan dalam belajar filsafat dengan metode ini.  OBJEK PENELITIAN FILSAFAT Tujuan berfilsafat ialah menemukan kebenaran yang sebenarnya. Jika kebenaran yang disusun secara sistematis, jadilah ia sistematika filsafat. sistematika filsafat itu biasanya terbagi atas tiga cabang besar filsafat, yaitu teori pengetahuan, teori hakikat, teori nilai. Isi filsafat ditentukan oleh objek apa yang dipikirkan. Objek yang dipirkan oleh filosof ialah segala yang ada dan yang mungkin ada, jadi luas sekali. Objek yang diselidiki oleh filsafat yaitu objek materia.tentangobjek materia ini banyak yang sama dengan objek materia sains. Tetapi objek materia filsafat tetap saja lebih luas dari objek materi a sains. Selain objek materia ada lagi objek forma, yaitu sifat penyelidikan. Objek forma filsafat ialah penyelidikn yang mendalam. Artininya, ingin tahunya filsafat adalah ingin tahu bagian dalamnya. Kata mendalam artinya ingin tahu objek emipiris. Penyelidikan sains tidak mendalam karena ia hanya ingin tahu tentang objek yang tidak empiris. Jadi, objek penelitian sains ialah pada batas dapat diriset, sedangkan objek penelitian filsafat adalah pada daerah tidak dapat diriset, tetapi dapat dipirkan secara logis.  SISTEMATIKA FILSAFAT Karena objek penelitian filsafat luas sekali (objek materia) dan sifat penelitiannya yang mendalam (objek forma), hasil penelitian itu bertambah terus dan tidak ada yang di buang. Maka hasil penelittian yang terkumpul dalam sistematika filsafat menjadi banyak sekali. Karena banyaknya, jangankan mempelajarinya, membaginya pun repot. Oleh karena itu, tidak seorang pun yang berani mengaku ahli dalam filsafat; paling banter ia ahli dalam logika, atau ahli dalam filsafat hukum, atau ahli dalam eksistensialisme saja.

Komentar

Postingan Populer