Khauf dan Raja'

Pengertian Khauf Secara bahasa Khauf berasal dari kata khafa, yakhafu, khaufan yang artinya takut. Takut yang dimaksud disini adalah takut kepada Allah SWT. Khauf adalah takut kepada Allah SWT dengan mempunyai perasaan khawatir akan adzab Allah yang akan ditimpahkan kepada kita. Cara untuk dekat kepada Allah yaitu mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Dalam KBBI, khauf adalah kata benda yang memiliki arti ketakutan atau kekhawatiran. Khawatir sendiri merupakan kata sifat yang bermakna takut (gelisah, cemas) terhadap suatu hal yang belum diketahui dengan pasti. Sedangkan takut adalah kata sifat yang memiliki beberapa makna seperti, merasa gentar menghadapi sesuatu yang dianggap akan mendatangkan bencana. Jadi khauf berarti perasaan gelisah atau cemas terhadap suatu hal yang belum diketahui dengan pasti. Adapun secara terminologi, sebagaimana diuraikan dalam kamus tasawuf, khauf adalah suatu sikap mental merasa takut kepada Allah karena kurang sempurna pengabdiannya, takut atau khawatir kalau-kalau Allah tidak senang padanya. Khauf timbul karena pengenalan dan cinta kepada Allah yang mendalam sehingga ia merasa khawatir kalau Allah melupakannya atau takut kepada siksa Allah. Menurut Imam Qusyairy, takut kepada Allah berarti takut terhadap hukumNya. Menurutnya khauf adalah masalah yang berkaitan dengan kejadian yang akan datang, sebab seseorang hanya merasa takut jika apa yang dibenci tiba dan yang dicintai sirna. Dan realita demikian hanya terjadi di masa depan. Dalam al-Quran, kata khauf diulang sebanyak seratus dua puluh kali. Diantaranya adalah dalam surah al-Qasas ayat 21; “Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdoa: "Ya Tuhanku, selamatkanlah Aku dari orang-orang yang zalim itu". Khauf berbeda dengan khasyyah dan haibah. Khauf merupakan salah satu syarat iman dan hukum-hukumnya, khasyyah adalah salah satu syarat pengetahuan, sedangkan haibah adalah salah satu syarat pengetahuan makrifat. Khasyyah merupakan ketakutan yang hanya diperuntukkan bagi Allah. Khasyyah adalah kekhawatiran yang disertai pengagungan, dan biasanya itu terjadi karena tahu dengan apa yang ia takutkan. Khasyyah lebih khusus daripada khauf, karena khasyyah hanya dimiliki oleh orang alim yang mengetahui Allah. Firman Allah surah An-Nur 52: Artinya: “Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertaqwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan. Macam-Macam Khauf a. Khouf thabi’i seperti halnya orang takut hewan buas, takut api, takut tenggelam, maka rasa takut semacam ini tidak membuat orangnya dicela akan tetapi apabila rasa takut ini menjadi sebab dia meninggalkan kewajiban atau melakukan yang diharamkan maka hal itu haram. b. Khouf ibadah yaitu seseorang merasa takut kepada sesuatu sehingga membuatnya tunduk beribadah kepadanya maka yang seperti ini tidak boleh ada kecuali ditujukan kepada Allah ta’ala. Adapun menujukannya kepada selain Allah adalah syirik akbar. c. Khouf sirr seperti halnya orang takut kepada penghuni kubur atau wali yang berada di kejauhan serta tidak bisa mendatangkan pengaruh baginya akan tetapi dia merasa takut kepadanya maka para ulama pun menyebutnya sebagai bagian dari syirik. Alasan manusia takut kepada Allah : a. Karena kekuasaan dan keagungan Allah b. Karena balasan Allah c. Karena taufiq dan hidayah yang diberikan kepada manusia d. Karena rahmat dan minat yang dilimpahkan kepada manusia. Pengertian Raja’ Raja’ secara bahasa artinya harapan atau cita-cita. Raja’ adalah mengharap ridho, rahmat dan pertolongan kepada Allah SWT, serta yakin hal itu dapat diraihnya, atau suatu jiwa yang sedang menunggu (mengharapkan) sesuatu yang disenangi dari Allah SWT, setelah melakukan hal-hal yang menyebabkan terjadinya sesuatu yang diharapaknnya. Jika mengharap ridha, rahmat dan pertolong Allah SWT, kita harus memenuhi ketentuan Allah SWT. Jika kita tidak pernah melakukan shalat ataupun ibadah-ibadah lainnya, jangan harap meraih ridha,rahmat,dan pertolongan Allah SWT. Firman Allah Ta’ala : Artinya: “Untuk itu, barangsiapa yang mengharap perjumpaan dengan Robbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal shaleh dan janganlah mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Robb-Nya.” (QS.Al-Kahfi:110) Macam-macam Raja’ Dua bagian termasuk termasuk raja` yang terpuji pelakunya sedangkan satu lainnya adalah raja` yang tercela. Yaitu: a. Seseorang mengharap disertai dengan amalan taat kepada Allah di atas cahaya Allah, ia senantiasa mengharap pahala-Nya b. Seseorang yang berbuat dosa lalu bertaubat darinya, dan ia senantiasa mengharap ampunan Allah, kebaikan-Nya dan kemurahan-Nya. c. Adapun yang menjadikan pelakunya tercela ialah seseorang yang terus-menerus dalam kesalahan-kesalahannya lalu mengharap rahmat Allah tanpa dibarengi amalan. Raja`yang seperti ini hanyalah angan-angan belaka, sebuah harapan yang dusta. Sifat Raja’ kepada Allah SWT : 1). Optimis Optimis adalah memungkinkan seseorang melewati setiap warna kehidupan dengan lebih indah dan membuat suasana hati menjadi tenang. 2). Dinamis Adalah sikap untuk terus berkembang, berfikir cerdas, kreatif, rajin, dan mudah beradaptasi dengan lingkungan. Orang yang bersikap dinamis tidak akan mudah puas dengan prestasi-prestasi yang ia peroleh, tetapi akan berusaha terus menerus untuk meningkatkan kualitas diri. Faktor dalam Raja’: a. Selalu berpegang teguh kepada tali agama Allah yaitu agama Islam b. Selalu berharap kepada Allah, agar selalu diberikan kesuksesan dalam berbagai macam usaha dan mendapat ridha dari-Nya c. Selalu merasa takut kepada ancaman dan siksaan Allah di hari akhirat kelak d. Selalu cinta (mahabbah) kepada Allah Hikmah Raja’ a. Menciptakan prasangka baik membuang jauh prasangka buruk b. Mengharapkan rahmat Allah dan tidak mudah putus asa c. Menjadikan dirinya tenang, aman, dan tidak merasa takut pada siapapun kecuali kepada Allah d. Dapat meningkatkan amal sholeh untuk bertemu Allah e. Dapat meningkatkan jiwa untuk berjuang dijalan Allah Baik Khauf maupun raja` merupakan dua ibadah yang sangat agung. Bila keduanya menyatu dalam diri seorang mukmin, maka seluruh aktivitas kehidupannya akan menjadi seimbang. Dengan khauf akan membawa diri seseorang untuk selalu melaksanakan ketaatan dan menjauhi perkara yang diharamkan; dengan raja` akan menghantarkan dirinya untuk selalu mengharap apa yang ada di sisi Allah.

Komentar

Postingan Populer