Ingatan (Memori) PSIKOLOGI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam kehipudan sehari-hari kita selalu melakukan berbagai macam aktifitas baik secara audio,maupun visual kita juga beriteraksi dengan organisme lain baik mahluk hidup maupun non hidup yang sering kita jumpai dimana kita akan menciptakan kenangan–kenangan baik kenangan yang kita anggap penting ataupun tidak penting baik kenangan yang membahagiahkan atau menyedihkan.Dengan begitu sebagai makhluk hidup kita selalu membutuhkan ingatan (memori) untuk menyimpan kenangan tersebut,,juga untuk memproduksi kembali ingatan tersebut.Kita tak bisa membayangkan jika kita tidak memiliki ingatan(memori).Karena itu begitu pentingnya ingatan ( memori) dipelihara/ dijaga. B. Rumusan Masalah 1. Apakah pengertian dari memori itu 2. Fakto-faktor apakah yang dapat mempengaruhi ingatan 3. Bagaimana tahap-tahap dalam memori 4. Apa saja jenis-jens ingatan 5. Gangguan apa saja yang dapat mempengaruhi memori C. Tujuan Pembahasan Untuk mengetahui : 1. Pengertian pengingatan (memori) 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi ingatan 3. Tahap-tahap pengingatan (memori) 4. Jenis-jenis ingatan (memori) 5. Gangguan pada memori 6. Beberapa eksperimen mengenai pengingatan BAB II PEMBAHASAN 2.1 PENGERTIAN INGATAN (MEMORI) Secara etimologi,memori atau memory (Ingggris),memorie(Prancis) adalah keberadaan tentang masa lampau yang hidup kembali,catatan yang berisi penjelasan,alat yang dapat menyimpan dan merekam informasi .Memori juga berarti ingatan yang mempunyai arti yang lebih luas yaitu: 1. Apa yang di ingat,yang terbayang di pikirkan sapanjang ingatan. 2. Alat atau daya batin untuk mengingat atau menyimpan sesuatu yang pernah di ketahui (dipelajari atau di pahami) 3. Pikiran,dalam arti angan-angan ,kesadaran. 4. Apa yang terbit dihati ,seperti niat atau cita-cita. Pada umumnya para ahli memandang ingatan sebagai hubungan antara pengalaman dan masa lalu.Proses manusia memunculkan kembali tiap kejadian pengalaman pada masa lalunya,membutuhkan kemampuan mengingat kembali yang baik .Dengan adanya kemampuan mengingat pada manusia,maka ini menunjukan bahwa manusia mampu menerima,menyimpan dan menimbulkan kembali pengalaman-pengalaman yang di alaminya(Walgito 2004).Ingatan merupakan kemampuan untuk menerima dan memasukkan (learning), menyimpan (retention) dan menimbulkan kembali apa yang pernah dialami (remembering). Menurut perspektif psikologi kognitif bahwa memori atau ingatan ialah kekuatan jiwa untuk menerima,menyimpan,dan memproduksikan kesan-kesan.Jadi ada 3 unsur dalam perbuatan ingatan yaitu:Menerima kesan-kesan,menyimpan,dan memproduksikan.Dengan adanya kemampuan untuk mengingat pada manusia ini berarti ada sesuatu indikasi bahwa manusia mampu untuk menyimpan dan menimbulkan kembali dari sesuatu yang pernah di alami.Ilmu psikologi mendefinisikan memori sebagai sebuah pengkodean,penyimpanan,dan pemanggilan kembali informasi (retrieval) oleh manusia dan organisme lainya. Memori atau ingatan bukan merupakan sesuatu objek seperti mata,tangan dan organ tubuh lainnya.De Porter & Hernacki ( dalam Afiatin 2001 )menjelaskan bahwa memori atau ingatan dalah suatu kemampuan untuk mengingat apa yang telah di ketahui.Kegiatan seseorang untuk memunculkan kembali atau mengingat kembali pengetahuan yang di pelajari pada masa lalu dalam ilmu psikologi disebut recall memory. Ingatan ialah suatu daya jiwa kita yang dapat diterima,menyimpan dan memproduksi kembali pengertian-pengetrian atau tanggapan-tanggapan kita yang sudah lama berada dalam kesadaran kita. 2.2 FAKTOR-FAKTOR yang MEMPENGARUHI INGATAN : 1.Sifat perseorangan 2.Keadaan di luar jiwa kita (alam sekitar ,kaedaan jasmani,dan sebagainya) 3.Keadaan jiwa kita.(kemauman,perasaan dan sebaginya) 4.Umur kita Pada umur 10 tahun sampai dengan 15 tahun .Baik sekali untuk daya ingatan yang mekanis. Pada umur 14-50 baik sekali untuk daya ingatan yang logis,Sejak umur 50 tahun orang sudah mulai pikun.Artinya sering mengalami lupa,meski sesungguhnya apa yang harus di ingat itu kadang-kadang dipegang,bahkan dipakai sendiri. 2.3 TAHAP-TAHAP INGATAN (MEMORI) Atkinson (1983) berpendapat bahwa ,para ahli psikologi membagi 3 tahapan ingatan yaitu: 1) Memasukan pesan dalam ingatan (encoding) 2) Penyimpanan ingatan (storage) 3) Mengingat kembali (retrieval) 1.Proses Encoding (Memasukkan informasi ) Yaitu pengkodean terhadap apa yang dipersepsikan dengan cara mengubah menjadi simbol-simbol atau gelombang- gelombang listrik tertentu yang sesuai dengan peringkat yang ada pada organisme.Jadi encoding merupakan suatu proses mengubah sifat suatu informasi kedalam bentuk yang sesuai dengan sifat-sifat memori organisme. Proses ini sangat mempengaruhi lamanya suatu memori di simpan dalam memori.Proses pengubahan informasi ini dapat terjadi dengan dua cara,yaitu: 1. Tidak sengaja,yaitu bahwa seseorang dengan sengaja memasukkan informasi ,pengetahuan,pengalaman-pengalamannya kedalam ingatannya. . Contoh konkritnya dapat kita lihat pada anak-anak yang umumnya menyimpan pengalaman yang tidak disengaja, misalnya bahwa ia akan mendapat apa yang diinginkan jika ia menangis keras-keras sambil berguling-guling 2. Sengaja yaitu apabila individu dengan sengaja memasukan pengalaman dan pengetahuan kedalam ingatannya. Contohnya kita sebagai mahasiswa, dimana dengan sengaja kita memasukkan segala hal yang dipelajarinya di perguruaan tinggi. 2. Proses Storage (fungsi menyimpan) Yaitu proses penyimpanan terhadap apa yang telah diproes dalam enconding.Proses storage ini di sebut juga dengan retention yaitu proses mengedepankan infornasi yang di terimanya dalam suatu tempat tertentu sesuai dengan kategorinya.Penyimpanan ini sangat mempengaruhi jenis memori. Apa yang telah dipelajari biasanya akan tersimpan dalam bentuk jejak-jejak (traces )dan bisa ditimbulkan kembali.walaupun disimpan jika tidak sering digunakan maka memory traces tersebut bisa sulit untuk ditimbuklan kembali bahkan juga hilang,dan ini yang disebut dngan kelupaan. Sehubungan dengan masalah retensi dan kelupaan, ada satu hal yang penting yang dapat dicatat, yaitu mengenai interval atau waktu antara memasukkan dan menimbulkan kembali. Masalah intercal dapat dibedakan atas lama interval dan isi interval: 1. Lama interval, yaitu berkaitan dengan lamanya waktu pemasukan bahan (act of remembering). Lama interval berkaitan dengan kekuatan retensi. Makin lama intervalnya, makin kurang kuat retensinya, atau dengan kata lain kekuatan retensinya menurun. 2. Isi interval, yaitu berkaitan dengan aktivitas-aktivitas yang terdapat atau mengisi interval. Aktivitas-aktivitas yang mengisi interval akan merusak atau mengganggu memory traces, sehingga kemungkinan individu akan mengalami kelupaan. Atas dasar lama interval dan isi interval, hal tersebut merupakan sumber atau dasar berpijak dari teori-teori mengenai kelupaan. 3.Proses Retrieval (proses menimbulkan kembali) Yaitu proses pemulihan kembali atau mengingat kembali apa yang telah di simpan sebelumnya.Hilgard (1975) menyebutkan tiga jenis proses mengingat yaitu : a) Recall,yaitu proses pengingatan kembali informasi yang dipelajarinya dimasa lalu tanpa petunjuk yang dihadapkan pada organisme.Contoh mengingat nama sesorang tanpa kehadiran orang yang di maksud b) Recognition,yaitu proses mengenal kembali informasi yang sudah dipelajari melalui suatu petunjuk yang dihadapkan pada organisme.Contoh mengingat nama seseoarang saat kita berjumpa dengan orang tersebut. c) Redintetegrative,yaitu proses pengingatan dengan menghubungkan berbagai informasi menjadi suatu konsep atau suatu cerita yang cukup kompleks.Terjadi bila seseorang ditanya sebuah nama ,misal Siti Nurbaya (tokoh sinetron ) maka akan teringat yang hal dari tokoh tersebut karena orang tersebut telah menontonnya berkali-kali. 2.3 JENIS-JENIS MEMORI a) Memori sensori visual (memori ikonik) Memori ini hanya hanya berlangsung hanya kurang satu detik sedangkan versi audionya disebut memori echoik dan itu hanya berlangsung tiga atau empat detik . b) Memori jangka pendek Memori ini lebih sering disebut memori bekerja (working memory) .Hal ini merupakan aspek memori yang yang menerangkan bahwa anda sadar akan sesuatu atau bisa kembali dengan sangat mudah dan cepat .analogi yang bisa dikatakan disini adalah memori bekerja sama dengan RAM dari sebuah komputer .Disamping singkat , memori berjangka pendek ini kapasitasny juga terbatas .Ia bisa mengingat “ 7 plus atau minus 2” potongan –potongan , yakni dari 5 sampai 9 “hal” .Perhatikan bahwa jumlah nomer telepon panjangnya adalah 7 nomor dan hanya deretan yang benar saja yang bisa diingat . Jumlah keamanan sosial jumlahnya 9 angka ,dan itu tentu agak menyulitkan bagi kebanyakan kita untuk mengingatnya. Suatu hal yang membantu adalah bahwa “potongan potongan “itu bisa berwujud ukuran yang berbeda.Jadi ketika ada serangkaian huruf acak seperti , adssddffdfg....,maka kita akan sangat sulit mengingatnya. Namun rangkaian itu akan sangat mudah jika “potongan potongan”huruf itu ditulis seperti ini : c) Memori Jangka Panjang Jenis memori yang terakhir adalah memori jangka panjang (long term memory) Memori ini mengandung memori yang bisa kita gunakan untuk waktu yang lama, bahkan sering kali digunakan seumur hidup kita .memori ini juga mempunyai kapsitas yang sangat besar ,bahkan ruang memori itu sendiri jauh lebih besar daripada yang kita butuhkan, memori jangka panjang bias dibilang sebagai hard drive komputer .Tiga hal yang paling signifikan yang bisa membantu menggerakan sesuatu dari memori jangka pendek menjadi memori jangka panjang adalah pengaturan (organization),kebermaknaan(meaningfulnes), dan perumpamaan (imagery). Misalnya ia meletakan hal hal kedalam kepala dan kepala bagian dalam atau menggunakan kerangka kerangka untuk mengaturv bahan yang sulit .demikian juga anda mungkin memerhatikan bahwa lebih mudah mengingat hah hal yang relevan dengan diri anda , yang mempunyai dan sangat berkesan kepada anda .misalnya hal hal yang menyangkut keluarga anda akan lebih baik mengingatnya daripada keluarga yang lain , dan sebagainya .selain itu jika kalian bias memvisualisasikan informasi tersebut , anda akan mengingatnya dengan lebih baik . hal itu menampakkan bahwa manusia adalah makhluk yang sangat visual. 2.5 GANGGUAN PADA MEMORI Jenis-jenis gangguan pada memory antara lain: 1. Amnesia Gangguan ingatan yang paling umum terjadi. Gangguan ini diduga terutama disebabkan oleh kerusakan dari sistem limbik bilateral. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa sistem limbik bukanlah tempat penyimpanan memori. Sistem limbik berperan dalam mengintegrasikan memori yang tersimpan luas di korteks serebri agar runut dan mudah dipanggil. Gangguan terjadi pada memori deklarasi, bukan pada memori prosedural. Amnesia dapat dibagi menjadi 2 jenis, yakni: a. Amnesia retrograde Ketidakmampuan seseorang mengingat pengalaman dan kejadian yang terjadi sebelum keadaan amnesia terjadi. Keadaan amnesia ini terlihat dari seseorang lupa akan kejadian yang baru saja terjadi, serta memori-memori jangka menengah. Memori jangka panjang tidak terpengaruh. Gangguan ini disebabkan oleh lesi pada hipokampus (yang juga menyebabkan amnesia anterograde), namun secara spesifik disebabkan oleh gangguan di daerah talamus. Seseorang pasien yang datang ke instalasi gawat darurat setelah mengalami kecelakaan dan mengaku lupa akan identitas dirinya sendiri hampir dipastikan bukan merupakan suatu gangguan ingatan akibat faktor-faktor neurologi. Kejadian ini disebut dengan fugue state,dan cenderung akibat trauma psikologis. b. Amnesia anterograde Jenis amnesia yang fatal karena tidak mampu mengingat, mempertahankan, dan memanggil pengetahuan baru setelah keadaan amnesia terjadi. Contoh kasus amnesia anterograde adalahketidakingatan penderita bahwa ia baru saja makan beberapa menit lalu, atau melupakan kejadian penting beberapa jam yang baru saja terjadi. Kasus yang cukup mengenaskan adalah ketika Anda bertemu dengan seorang penderita amnesia ini, lalu Anda pergi selama 5 menit dan kembali lagi, namun orang ini tidak mengenali Anda. Amnesia anterograde sebagian besar disebabkan oleh lesi pada bagian hipokampus system limbik. Hipokampus diduga merupakan pusat“reward-and-punishment”yang merupakan mekanisme penting dalam proses pembentukan memori. 2. Dementia Gangguan yang selain memengaruhi ingatan juga memengaruhi kemampuan berbahasa, tingkat konsentrasi, dan kemampuan memecahkan masalah. Dementia dapat diakibatkan oleh efek penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol terhadap kinerja otak. Dementia umumnya ditandai dengan kehilangan memori jangka pendek. Demensia ada yang bersifat reversibel dan ireversibel. Meskipun dementia banyak diderita oleh orang berusia lanjut, semua orang dapat mengalami dementia. 3. Alzheimer’s Disease Pembahasan mengenai Alzheimer tidak dapat dilepaskan dari dementia, karena dementia cenderung diakibatkan oleh Alzheimer’s disease. Alzheimer’s Disebase diakibatkan adanya gangguan di daerah temporalmedial. Namun demikian, secara umum Alzheimer’s Disease menyebabkan atrofi jaringan saraf terutama di korteks serebri dan daerah subkorteks. 4. Sindrom Wernicke-Korsakoff Sindrom ini ditemukan oleh seorang fisiolog Rusia, bernama Sergei Korsakoff pada tahun 1889. Sindrom ini adalah manifestasi dari kekurangan vitamin B1 (tiamin), atau penyakit beri-beri. Penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan juga menyebabkan sindrom ini. Sindrom ini menyebabkan penderitanya mengalami hilang ingatan ,kesulitan menceritakan runutan kejadian, menghasilkan cerita yang sesungguhnya tidak terjadi akibat disorganisasi memori (konfabulasi), dan tidak mampu membentuk memori baru. Selain itu sindrom ini juga menyebabkan gangguan koordinasi otot (ataksia), tremor di ekstremitas bawah, dan perubahan kemampuan visual (seperti pergerakan mata yang tidak normal dan penglihatan ganda). Sindrom ini terkait erat dengan amnesia anterograde dalam hal informasi deklaratif. 5. Memory-Slip Bukan merupakan gangguan ingatan secara sepenuhnya, melainkan gangguan konsentrasi dalam menyikapi hal yang sedang dikaji. Misalnya ketika anda melupakan dimana anda meletakkan kunci rumah atau kunci kendaraan. Bagian frontal otak pada seseorang yang telah berusia lanjut akan mengalami degenerasi sehingga penyimpanan memori temporer akan lebih mudah terlupakan. 6. Kelupaan Kelupaan terjadi karena materi yang disimpan dalam ingatan itu jarang ditimbulkan kembali dalam alam kesadaran yang akhirnya mengalami kelupaan. Hal itu dikarenakan interval merupakan titik pijak dari teori-teori tentang kelupaan. Ada lima teori lupa, yaitu: a. Decay Theory (Atropi), teori ini beranggapan bahwa memori menjadi semakin aus dengan berlalunya waktu bila tidak pernah diulang kembali (rehearsal). Informasi yang disimpan dalam memori akan meninggalkan jejak-jejak (memory trace) yang bila dalam jangka waktu lama tidak ditimbulkan kembali dalam alam kesadaran, akan rusak atau menghilang. b. Teori Interferensi, teori ini menitikberatkan pada isi interval. Teori ini beranggapan bahwa informasi yang sudah disimpan dalam memori jangka panjang masih ada dalam gudang memori (tidak mengalami keausan), akan tetapi jejak-jejak ingatan saling bercampur aduk, mengganggu satu sama lain. Bisa jadi bahwa informasi yang baru diterima mengganggu proses mengingat yang lama, tetapi juga terjadi sebaliknya. Bila informasi yang baru kita terima menyebabkan kita sulit mencari informasi yang sudah ada dalam memori kita, maka terjadilah interferensi retroaktif. Sedangkan, bila informasi yang kita terima sulit untuk diingat karena adanya pengaruh ingatan yang sama, maka terjadi proses interferensi proaktif. c. Teori Retrieval Failure, teori ini sebenarnya sepakat dengan teori interferensi bahwa informasi yang sudah disimpan dalam memori jangka panjang selalu ada, tetapi kegagalan untuk mengingat kembali lebih disebabkan tidak adanya petunjuk yang memadai. Dengan demikian, bila syarat tersebut dipenuhi (disajikan petunjuk yang tepat), maka informasi tersebut tentu dapat ditelusuri dan diingat kembali. d. Teori Motivated Forgetting, menurut teori ini, seseorang akan cenderung berusaha melupakan hal-hal yang tidak menyenangkan. Hal-hal yang menyakitkan atau tidak menyenangkan ini akan cenderung ditekan atau tidak diperbolehkan muncul dalam kesadaran. Jadi, teori ini beranggapan bahwa informasi yang telah disimpan masih selalu ada. 5. Lupa Karena Sebab-sebab Fisiologis Para peneliti sepakat bahwa setiap penyimpanan informasi akan disertai berbagai perubahan fisik di otak. Perubahan fisik ini disebut engram. Gangguan pada engram ini akan mengakibatkan lupa yang mengakibatkan amnesia.Bila yang dilupakan adalah berbagai informasi yang telah disimpan beberapa waktu yang lalu, yang bersangkutan disebut menderia amnesia retrograd. Bila yang dilupakan adalah informasi yang baru saja diterimanya, maka orang tersebut menderita amnesia anterograd. Selain gangguan di atas ada juga beberapa gangguan pada memori yang lain yaitu : Gangguan proaktif (proaktife interference) terjadi ketika memori lama terhalang dengan mengingat memori yang lebih baru. Gangguan retroaktif terjadi ketika memori – memori paling baru terganggu oleh memori yang sudah lama . Sedangkan satu kontroversi terbesar dalam psikologi sekarang ini adalah mengenai penekanan (repression ). Represi adalah ide ,Siamund Freud yang mengatakan bahwa kita menekan memori – memori yang menyakitkan keluar dari kesadaran kita dan menuju ke sebuah kedalaman ,tempat gelap yang disebut “alam bawah sadar” . 2.6 BEBERAPA METODE PENELITIAN MEMORI Beberapa metode yang digunakan dalam penelitian ingatan dapat dikemukakan sebagai berikut: 1. Metode dengan melihat waktu atau usaha belajar (the learning time method) Metode ini merupakan metode penelitian ingatan dengan melihat sejauh mana waktu yang diperlukan oleh seseorang untuk dapat menguasai materi yang dipelajari dengan baik, seperti dapat mengingat kembali materi tersebut tanpa kesalahan. Misalnya seseorang yang disuruh mempelajari suatu syair lagu dan orang tersebut harus menimbulkan kembali syair tanpa ada kesalahan. Bila kriteria ini telah terpenuhi, maka diukur waktu yang diperlukan hingga mencapai kriteria tersebut. Individu yang satu lebih cepat daripada individu yang lain, tetapi ada pula yang lambat. Hal tersebut menunjukkan bahwa waktu atau usaha yang dibutuhkan oleh seseorang berbeda-beda sesuai dengan kemampuan masing-masing. 2. Metode belajar kembali (the relearning method) Metode ini merupakan metode yang berbentuk dimana suatu individu disuruh mempelajari kembali materi yang telah dipelajari sampai pada suatu kriteria tertentu. Dalam relearning, untuk mempelajari materi yang sama untuk kedua kalinya membutuhkan waktu yang relatif lebih singkat dibanding dengan pertemuan pertama. Jadi, dapat disimpulkan bahwa semakin sering dipelajari, semakin singkat waktu yang dibutuhkan untuk mempelajarinya, dan semakin banyak materi yang dapat diingat dengan baik, dan makin sedikit materi yang dilupakan. Hal tersebut menunjukkan bahwa proses relearning ada waktu yang dihemat untuk disimpan. Oleh karena itu metode ini disebut juga dengan metode saving method. 3. Metode rekonstruksi Metode ini menugaskan individu untuk mengkronstruksi kembali materi yang telah diberikan kepadanya. Dalam mengkonstruksi kembali dapat diketahui waktu yang digunakan, kesalahan-kesalahan yang diperbuat, sampai pada kriteria tertentu. Contohnya seperti bermain puzzle. 4. Metode mengenali kembali (recognition) Dalam metode ini penelitian dalam memori ditekankan pada recognition (mengenal kembali). Jadi subjek diminta untuk mempelajari materi kemudian materi tadi disajikan ulang dengan penyertaan materi lain. Adanya materi lain untuk mentes subjek apakah ia mampu mengenal kembali materi yang telah dipelajari sebelumnya diantara materi-materi lain yang disajikan. 5. Metode mengingat kembali Dalam metode ini yang ditekankan adalah proses recall (mengingat kembali) terhadap apa yangtelah dipelajari sebelumnya. Misalnya pada tes yang berbentuk essai atau pada tugas-tugas pengarang dimana subjek diminta untuk mengingat kembali peristiwa atau pengalaman yang dialaminya. 6. Metode asosiasi berpasangan Metode ini mengambil bentuk subjek disuruh mempelajari materi secara berpasang-pasangan. Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan mengingat apa yang telah dipelajarinya, maka dalam evaluasi, salah satu pasangan digunakan sebagai stimulus, dan subjek disuruh menampilkan kembali (baik recall maupun recognition). BAB 3 PENUTUP 1. KESIMPULAN 2. SARAN DAFTAR PUSTAKA C.Boeree,George.Psikologi Kepribadiaan,Persepsi ,Kognisi ,Emosi dan Prilaku,diterjemahkan dari General Psychology ,penerjemah :Helmi J.Fauzi.Jogjaakarta:PRISMASOPHIE.2007. Jarvis,Matt .Teori-Teori Psikologi ,diterjemahkn dari Theori Tical Aproaches in Psychology,penerjemah :SPA-Teamwork.Bandung:Nusa Media.2006. Sujanto,Agus. 2012.Psikologi Umum.Jakarta:Bumu Aksara.cetakan ke-16. http://nuraminsaleh.blogspot.com/2012/11/memory.html

Komentar

Postingan Populer